Tampilkan postingan dengan label teori arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teori arsitektur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2011

Aliran Dalam Langgam Arsitektur Post Modern


Di dalam perkembangannya, arsitektur post-modern dapat dikelompokkan berdasarkan ciri dan konsep bangunan. Berbagai aliran muncul tetapi masih dalam konteks arsitektur post modern. Tiap aliran memiliki arsitek ternama yang menganut dan mengembangkannya.
Menurut Charles Jencks dalam buku Evolutionary Tree, Arsitektur Post-Modern dapat dikelompokkan menjadi 6 (enam) aliran, yakni:
Description: Aliran Dalam Langgam Arsitektur Post Modern Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Aliran Dalam Langgam Arsitektur Post Modern

Senin, 01 Agustus 2011

Bentuk Ruang Pertunjukan (Teori)


Ruang pertunjukan merupakan ruangan yang digunakan untuk mempertunjukkan karya seni berupa seni tari, drama, konser musik (biasanya orkestra) dan berbagai kegiatan seni pertunjukkan. Kegiatan yang berlangsung di dalamnya adalah (1) pertunjukan kesenian oleh seniman dan (2) kegiatan apresiasi dari masyarakat yang menyaksikan pertunjukan seni tersebut. Berdasarkan kegiatan yang ditampung di dalamnya, maka terdapat dua ruang yang mewadahinya, yakni (1) ruang utama sebagai tempat pertunjukan berupa panggung atau yang sejenis dan (2) ruang bagi penonton (auditorium) untuk menyaksikan pertunjukan yang sedang ditampilkan di ruang utama.
Description: Bentuk Ruang Pertunjukan (Teori) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Bentuk Ruang Pertunjukan (Teori)

Kamis, 03 Februari 2011

Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda


Untuk menjelaskan peran alun-alun pada zaman kolonial Belanda, kami mencoba untuk menguraikannya dari sudut susunan pemerintahan Hindia Belanda karena hubungan keduanya yang sangat erat sekali. Alun-alun akan dibangun di mana gedung pemerintahan berdiri (kadipaten dan karesidenan sebagai gedung pemerintahan Hindia Belanda)
Description: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda

Kamis, 27 Januari 2011

Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda

Dimasa lalu sejak zaman Majapahit hingga Mataram Islam (abad 13 s/d 18), alun-alun selalu menjadi bagian dari kompleks Keraton (istana raja). Keraton dalam masyarakat tradisional masa lalu merupakan pusat pemerintahan dan sekaligus merupakan pusat kebudayaan. Sebagai pusat pemerintahan di mana raja tinggal, maka Keraton dianggap sebagai miniatur dari makrokosmos. Kompleks Keraton biasanya diberi pagar yang terpisah dari daerah lainnya pada suatu ibukota kerajaan, Batas pagar ini tidak selalu ditafsirkan melalui sistim pertahanan, tapi dapat ditentukan juga dari aspek kepercayaan/keagamaan. Untuk itu kita harus mengerti dulu hubungan antara kepercayaan/keagamaan dengan kompleks Keraton.
Description: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda

Kamis, 20 Januari 2011

8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani)

Setiap perancangan kota harus memperhatikan elemen-elemen perancangan yang ada sehingga nantinya kota tersebut akan mempunyai karakteristik yang jelas. Menurut Hamid Shirvani dalam bukunya “Urban Design Process”, terdapat delapan macam elemen yang membentuk sebuah kota (terutama pusat kota), yakni Tata Guna Lahan (Land Use), Bentuk dan Kelompok Bangunan (Building and Mass Building), Ruang Terbuka (Open Space), Parkir dan Sirkulasi (Parking and Circulation), Tanda-tanda (Signages), Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian Ways), Pendukung Kegiatan (Activity Support), dan Preservasi (Preservation).
Description: 8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: 8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani)

Senin, 29 November 2010

Rumah Mungil yang Sehat

Pernahkah Anda melihat sebuah rumah mungil dimana penghuninya tetap merasa nyaman tinggal di dalamnya serta hidup sehat? Padahal rumah itu tidaklah luas untuk menampung semua kebutuhan penghuni dan tidak terlihat dapat menjamin kesehatan karena sempitnya lahan. Namun apa yang membuat penghuni rumah tersebut tetap merasa nyaman dan hidup sehat? Berikut akan saya uraikan alasan mengapa penghuni tetap merasa nyaman tinggal di rumah kecil serta tips untuk mewujudkan Rumah Mungil yang Sehat.
Description: Rumah Mungil yang Sehat Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Rumah Mungil yang Sehat

Kamis, 11 November 2010

Tata Letak Media Iklan


Semakin maraknya dunia perekonomian berakibat pada berkembangnya media informasi yang digunakan sebagai salah satu sarana promosi. Sarana promosi ini terbagi ke dalam dua jenis, yakni media elektronik dan media cetak. Sarana promosi yang menggunakan media elektronik antara lain adalah televisi, radio, dan internet. Sedangkan promosi yang menggunakan media cetak antara lain adalah melalui koran, maupun pemasangan media iklan melalui spanduk, baliho, serta billboard. Pemasaran melalui media elektronik tidaklah akan mengganggu visual perkotaan, sedangkan pemasaran melalui media cetak berupa spanduk, baliho, dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap kualitas visual suatu kota.
Description: Tata Letak Media Iklan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Tata Letak Media Iklan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Jembatan Penyeberangan Orang (Teori)


Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sebagai alat penyeberangan merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam menyeberang jalur lalu lintas karena akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan yang menimpa para penyeberang jalan. Hal ini disebabkan alur penyeberang jalan dan pengendara kendaraan menjadi satu serta tidak terpisah secara fisik. Meski telah ada fasilitas zebra cross, tetapi alur penyeberang jalan dan pengendara kendaraan tetap tidak terpisah secara fisik sehingga masih ada kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Description: Jembatan Penyeberangan Orang (Teori) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Jembatan Penyeberangan Orang (Teori)

Zebra Cross - Jalur Penyeberangan Jalan


Zebra cross adalah tempat penyeberangan di jalan; diperuntukkan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan, dinyatakan dengan marka jalan berbentuk garis membujur berwarna putih dan hitam yang tebal garisnya 300 mm dan dengan celah yang sama dan panjang sekurang-kurangnya 2500 mm, menjelang zebra cross masih ditambah lagi dengan larangan parkir agar pejalan kaki yang akan menyeberang dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan di jalan (tidak tertutup kendaraan yang parkir).
Description: Zebra Cross - Jalur Penyeberangan Jalan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Zebra Cross - Jalur Penyeberangan Jalan

Jumat, 03 September 2010

Opini Tentang Pelaksanaan K3 Dalam Proyek Pembangunan



Dari kasus ada artikel ”Melindungi Pekerja Konstruksi”, terlihat bahwa seorang mandor tidak memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pimpinan yang seharusnya menjaga keselamatan jiwa anak buahnya (kuli bangunan). Dia tidak menghiraukan laporan dari pekerja di bawah pimpinannya sehingga berdampak kecelakaan.
Description: Opini Tentang Pelaksanaan K3 Dalam Proyek Pembangunan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Opini Tentang Pelaksanaan K3 Dalam Proyek Pembangunan

Kamis, 19 Agustus 2010

Arsitektur Barat dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra)


Masyrakat Barat, pada masa sebelum dan selama abad pertengahan, menghayati karya arsitektur dengan mental spiritualitas keagamaan dan mitolgis. Mereka beranggapan bahwa arsitektur berfungsi sebagai media penghadiran simbol makrokosmos ke dalam mikrokosmos. Sejak abad pertengahan hingga menjelang perang dunia II, masyarakat Barat mengambil norma-norma Yunani dan Hibrani sebagai landasan kebudayaannya.
Description: Arsitektur Barat dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Arsitektur Barat dan Filasafatnya (Ringkasan Wastu Citra)

Jumat, 23 Juli 2010

Rumah Bergaya Arsitektur Jengki - Langgam Arsitektur Asli Dari Indonesia

Rumah Jengki di Jalan Mugas I-2, Semarang

Rumah gaya jengki berbeda dengan arsitektur bergaya kolonial, dan bahkan sangat lain dengan arsitektur tradisional yang ada di Indonesia. Sebagai karya arsitektur, rumah bergaya jengki dapat dikategorikan sebagai arsitektur modern khas Indonesia. Mulai tumbuh pada tahun 1950-an ketika arsitek-arsitek Belanda dipulangkan ke negerinya. Hampir semua kota-kota besar di Indonesia memiliki karya arsitektur jenis ini. 

Pengertian Rumah Jengki 
Description: Rumah Bergaya Arsitektur Jengki - Langgam Arsitektur Asli Dari Indonesia Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Rumah Bergaya Arsitektur Jengki - Langgam Arsitektur Asli Dari Indonesia

Rabu, 26 Mei 2010

Taman untuk Kehidupan


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Redaksi KBBI, 2003), taman adalah: kebun yang ditanami dengan bunga-bunga dan sebagainya (tempat bersenang-senang); sedangkan menurut Laurie (1984), asal mula pengertian kata taman (Inggris: garden) dapat ditelusuri pada bahasa Ibrani “gan” yang berarti melindungi atau mempertahankan; menyatakan secara tidak langsung hal pemagaran atau lahan berpagar, dan “oden” / “eden” yang berarti kesenangan atau kegembiraan. Jadi dalam bahasa Inggris, perkataan "garden" memiliki gabungan dari kedua kata-kata tersebut, yang berarti sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk kesenangan dan kegembiraan.
Description: Taman untuk Kehidupan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Taman untuk Kehidupan

Selasa, 25 Mei 2010

Konsep Garden City untuk Perumahan Ramah Lingkungan


Di dalam pengembangan sebuah perumahan, terdapat peraturan tentang ketersediaan Ruang Terbuka yang telah dirumuskan oleh Pemerintah di dalam Peraturan Perizinan Pendirian Bangunan. Ruang Terbuka ini merupakan sebuah area di dalam tapak yang tidak boleh didirikan bangunan apapun di atasnya, akan tetapi diperbolehkan dibuat perkerasan. Ruang Terbuka dapat digunakan untuk perletakan jalan ataupun Ruang Terbuka Hijau.
Description: Konsep Garden City untuk Perumahan Ramah Lingkungan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Konsep Garden City untuk Perumahan Ramah Lingkungan

Bangunan Aksesible Untuk Difable

Difable berasal dari bahasa Inggris yaitu “different “ yang artinya berbeda dan “abled” atau “ability” yang artinya berkemampuan. Jadi, difable people dapat diartikan orang yang memiliki kemampuan berbeda dari kebanyakn orang lain. Secara istilah, difable people adalah setiap orang yang memiliki kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan hambatan bagi mereka untuk melakukan kegiatan sebagai layaknya orang normal, (Kompas, Rabu 7 Juni 2000 dalam Darmawan, 2009)
Lambang/rambu penyandang cacat
Description: Bangunan Aksesible Untuk Difable Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Bangunan Aksesible Untuk Difable