Tampilkan postingan dengan label kawasan perkotaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kawasan perkotaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Kota Luxor dan Kota Thebes - Mesir


Luxor modern adalah sebuah kota yang dibangun di atas bekas kota tua Thebes, sebuah kota yang pada zaman dulu merupakan ibukota kerajaan Mesir kuno. Kota Thebes sendiri menjadi ibukota Mesir kuno pada tahun 1550-1069 SM dimana raja mereka dikenal dengan sebutan Firaun / Pharaoh. Masyarakat Mesir kuno menyebut kota Thebes sebagai kota mulia pemberian Dewa Amon Ra (Dewa Mataharai bangsa Mesir kuno). Kota ini didirikan untuk digunakan sebagai tempat menyembah Dewa Amon Ra.
Description: Kota Luxor dan Kota Thebes - Mesir Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Kota Luxor dan Kota Thebes - Mesir

Senin, 21 Maret 2011

Alun-alun Kota Magelang


Kota Magelang merupakan salah satu kota besar yang ada di Provinsi Jawa Tengah, terletak 75 km sebelah selatan Semarang dan 43 km dari Yogyakarta. Kota ini memiliki alun-alun yang dijadikan sebagai pusat kota karena letaknya yang sangat strategis di tengah kota. Banyak sekali kendaraan angkutan kota dengan berbagai jalur melewatinya. Dari alun-alun ini orang dapat menjangkau Pecinan atau Jl. Pemuda, JL. Tentara Pelajar, JL. Mayjen Sutoyo, JL. Yos Sudarso, JL. Ahmad Yani, dan JL. Sigaluh.
Description: Alun-alun Kota Magelang Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Alun-alun Kota Magelang

Minggu, 06 Maret 2011

Rekomendasi Desain Alun-alun Kota Magelang


Alun-alun Magelang adalah pusat public space di Kota Magelang. Banyak warga yang berkumpul dan beraktifitas di dalam alun-alun dan sekitarnya. Beberapa aktifitas tersebut adalah kegiatan refreshing, jalan-jalan, berdagang, dan bekerja. Setiap hari alun-alun ini selalu ramai dikunjungi warga Magelang dan di sekitarnya.
Description: Rekomendasi Desain Alun-alun Kota Magelang Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Rekomendasi Desain Alun-alun Kota Magelang

Minggu, 27 Februari 2011

Kota Kuno Harappa - Pusat Peradaban Bersama Mohenjo Daro


Bila kita menilik sjarah peradaban di sekitar Lembah Hindustan kita akan menemukan beberapa kota besar yang dulu pernah ada, beberapa diantaranya adalah kota Harappa dan kota Mohenjo Daro. Kedua kota ini dipercaya sebagai sebuah pusat peradaban kuno dan sebagai kota administratif negara. Keduanya memiliki struktur tata kota yang sangat rapi dan mirip dengan tata kota pada masa sekarang. Terbukti bahwa pada masa lalu sudah ada teknik perancangan kota yang diaplikasikan pada kota Harappa dan Mohenjo Daro.
Untuk selanjutnya, artikel ini akan membahas kota Harappa karena kota Mohenjo Daro telah dibahas pada artikel lain.
Description: Kota Kuno Harappa - Pusat Peradaban Bersama Mohenjo Daro Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Kota Kuno Harappa - Pusat Peradaban Bersama Mohenjo Daro

Minggu, 20 Februari 2011

Malioboro Sebagai Identitas Kota


Suatu setting ruang dapat menjadi ikon sebuah kota karena keberadaanya yang sangat khas, unik, dan memiliki pengaruh yang besar bagi kota itu sendiri. Setting ruang tersebut dapat berupa suatu kawasan di dalam kota itu. Oleh karenanya, jika seseorang mengingat kota tersebut, pasti akan terlintas dalam benaknya, gambaran setting ruang atau kawasan yang menjadi ikon kota itu, sehingga seolah-olah sebuah kota tidak lengkap tanpa kawasan tersebut.
Description: Malioboro Sebagai Identitas Kota Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Identitas Kota

Minggu, 13 Februari 2011

Malioboro Sebagai Sarana Aktualisasi Diri


Keadaan ruang sebuah kawasan menyebabkan sesorang berkeinginan untuk menampilkan pribadi mereka karena aktivitas-aktivitas yang berjalan di dalamnya. Tidak hanya oleh aktivitas pelaku setting ruang saja, tetapi juga oleh setting ruang yang ada.
Description: Malioboro Sebagai Sarana Aktualisasi Diri Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Sarana Aktualisasi Diri

Kamis, 10 Februari 2011

Malioboro Sebagai Fungsi Psikologis

Ruang sebagai fungsi psikologis merupakan keberadaan ruang yang berpengaruh terhadap perasaan dan jiwa pelaku setting-nya sehingga orang yang pernah berada di kawasan ini akan mengalami perubahan suasana hati dan perasaan. 
Description: Malioboro Sebagai Fungsi Psikologis Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Fungsi Psikologis

Kamis, 03 Februari 2011

Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda


Untuk menjelaskan peran alun-alun pada zaman kolonial Belanda, kami mencoba untuk menguraikannya dari sudut susunan pemerintahan Hindia Belanda karena hubungan keduanya yang sangat erat sekali. Alun-alun akan dibangun di mana gedung pemerintahan berdiri (kadipaten dan karesidenan sebagai gedung pemerintahan Hindia Belanda)
Description: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Kolonial Belanda

Minggu, 30 Januari 2011

Malioboro Sebagai Sumber Inspirasi


Suatu setting ruang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pelaku ruang yang berinteraksi di dalamnya. Inspirasi yang diperoleh para pelaku ruang dapat bersumber dari objek-objek fisik yang ada, maupun dari aktifitas-aktifitas yang terjadi di dalam setting ruang tersebut.
Description: Malioboro Sebagai Sumber Inspirasi Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Sumber Inspirasi

Kamis, 27 Januari 2011

Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda

Dimasa lalu sejak zaman Majapahit hingga Mataram Islam (abad 13 s/d 18), alun-alun selalu menjadi bagian dari kompleks Keraton (istana raja). Keraton dalam masyarakat tradisional masa lalu merupakan pusat pemerintahan dan sekaligus merupakan pusat kebudayaan. Sebagai pusat pemerintahan di mana raja tinggal, maka Keraton dianggap sebagai miniatur dari makrokosmos. Kompleks Keraton biasanya diberi pagar yang terpisah dari daerah lainnya pada suatu ibukota kerajaan, Batas pagar ini tidak selalu ditafsirkan melalui sistim pertahanan, tapi dapat ditentukan juga dari aspek kepercayaan/keagamaan. Untuk itu kita harus mengerti dulu hubungan antara kepercayaan/keagamaan dengan kompleks Keraton.
Description: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Alun-alun di Jawa Pada Zaman Pra Kolonial Belanda

Kamis, 20 Januari 2011

8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani)

Setiap perancangan kota harus memperhatikan elemen-elemen perancangan yang ada sehingga nantinya kota tersebut akan mempunyai karakteristik yang jelas. Menurut Hamid Shirvani dalam bukunya “Urban Design Process”, terdapat delapan macam elemen yang membentuk sebuah kota (terutama pusat kota), yakni Tata Guna Lahan (Land Use), Bentuk dan Kelompok Bangunan (Building and Mass Building), Ruang Terbuka (Open Space), Parkir dan Sirkulasi (Parking and Circulation), Tanda-tanda (Signages), Jalur Pejalan Kaki (Pedestrian Ways), Pendukung Kegiatan (Activity Support), dan Preservasi (Preservation).
Description: 8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: 8 Elemen Perancangan Kota (Hamid Shirvani)

Minggu, 09 Januari 2011

Malioboro Sebagai Sumber Kenangan


Ruang merupakan wadah dari berbagai aktifitas pelakunya. Ruang ini, dapat memberikan suatu kenangan tersendiri bagi pelaku ruang yang ada apabila dalam suatu setting ruang dan waktu tertentu terjadi aktifitas yang digambarkan sebagai suatu peristiwa yang unik dan menarik bagi para pelaku ruang. 
Description: Malioboro Sebagai Sumber Kenangan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Sumber Kenangan

Kamis, 06 Januari 2011

Malioboro Sebagai Gambaran Masa Lampau


Ruang sebagai gambaran masa lampau berupa keadaan ruang yang menyebabkan pelaku setting ruang mengingat keadaan kawasan ini pada masa lampau karena keberadaaan bangunan-bangunan bersejarah maupun aktivitas yang terjadi pada kawasan Malioboro ini.
Description: Malioboro Sebagai Gambaran Masa Lampau Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Malioboro Sebagai Gambaran Masa Lampau

Rabu, 10 November 2010

Desa Adat Penglipuran - Bali


Desa adat merupakan suatu komunitas tradisional dengan fokus fungsi dalam bidang adat dan agama Hindu, dan merupakan satu kesatuan wilayah dimana para anggotanya secara bersama-sama melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan yang ditata oleh suatu sistem budaya. Hal ini mengacu pada kelompok tradisional dengan dasar ikatan adat istiadat, dan terikat oleh adanya tiga pura utama yang disebut Kahyangan Tiga atau pura lain yang berfungsi seperti itu, yang disebut Kahyangan Desa.  
Desa Penglipuran alah satu desa adat yang masih terpelihara keasliannya. Berbagai tatanan sosial dan budaya masih terlihat di berbagai sudut desa ini sehingga nuansa Bali masa lalu tampak jelas. Perbedaan desa adat Penglipuran dengan desa adat lainnya di Bali adalah tata ruang yang sangat teratur berupa penataan rumah penduduk di kanan dan kiri jalan dengan bentuk fasad rumah yang seragam dalam hal bentuk sehingga keseluruhan desa ini tampak rapi dan teratur.
Description: Desa Adat Penglipuran - Bali Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Desa Adat Penglipuran - Bali

Jumat, 08 Oktober 2010

Reruntuhan Kota Mohenjo Daro - Sejarah Peradaban Sungai Indus


Mohenjo Daro merupakan sebuah kawasan reruntuhan-kota peninggalan kebudayaan Hindustan (bersama dengan kota Harappa) yang berada di bagian selatan Lembah Sungai Indus, distrik Larkana, propinsi Sind, Pakistan. Diperkirakan, kota ini dibangun dan dihuni dalam masa waktu yang bersamaan dengan pembangunan kota-kota di peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia, dan Yunani Kuno.
Description: Reruntuhan Kota Mohenjo Daro - Sejarah Peradaban Sungai Indus Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Reruntuhan Kota Mohenjo Daro - Sejarah Peradaban Sungai Indus

Senin, 06 September 2010

Machu Picchu - The Lost City of Inca


Machu Picchu (juga disebut "Kota yang hilang dari kerajaan Inca") merupakan salah satu kota kuno warisan dunia yang telah ditinggalkan penduduknya. Saat ini, kota ini hanya berupa reruntuhan batu yang pada masa lalu merupakan bangunan-bangunan megah pusat peradaban suku Inca. Meski hanya tinggal reruntuhan saja, kota ini masih memiliki daya tarik tersendiri. Selain penataan kota yang teratur, misteri pembangunan kota menjadi magnet bagi wisatawan dan kalangan akademisi.

Kota ini merupakan salah satu kota yang dibangun sekitar tahun 1400-an pada masa kerajaan Inca yang telah lama berselang. Lokasinya berada di atas lembah Urubamba di puncak Gunung Andes, Peru. Berada sekitar 70 km barat laut Cusco, dengan ketinggian sekitar 2.350 m di atas permukaan laut. 
Kata "Machu Picchu" berasal dari bahasa Quechua (Machu Pikchu), yang memiliki arti "Gunung Tua". Nama itu diambil karena lokasi kota yang berada di puncak pegunungan tinggi dan suci. 
Description: Machu Picchu - The Lost City of Inca Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Machu Picchu - The Lost City of Inca

Sabtu, 03 Juli 2010

Petra di Yordania - Kota Yang Dipahat (Terukir) di Batuan


Petra, sebuah kota kuno yang telah ditinggalkan penduduknya pada masa lampau ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri dalam dunia arsitektur. Konsep yang diciptakan pun sangat orisinil dan tak ada kembarannya di dunia ini. Kota tersebut dibangun dengan cara memahat dinding dan membuat gua raksasa pada batuan cadas berwana merah jambu dengan ketinggian mencapai 40 meter.  Meski bergaya arsitektur Romawi, tetapi ciri khas berupa kota-pahatan-pada-batu tetap membedakannya dari bangunan-bangunan di masa Romawi ataupun Yunani kuno. Sungguh luar biasa jika kita melihat bangunan yang seperti sebuah ukiran pada dinding batu.
Description: Petra di Yordania - Kota Yang Dipahat (Terukir) di Batuan Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Petra di Yordania - Kota Yang Dipahat (Terukir) di Batuan

Rabu, 23 Juni 2010

Sejarah Kota Lama Semarang - OUTSTADT (Little Netherland)


Kota Lama Semarang (pada masa Hindia Belanda disebut dengan nama “outstadt” dan “Little Netherland”) terletak di Kelurahan Bandarharjo, kecamatan Semarang Utara, dengan luas sekitar 0,3125 km2 (+31 ha). Batas-batas Kota Lama Semarang adalah sebagai berikut,
Description: Sejarah Kota Lama Semarang - OUTSTADT (Little Netherland) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Sejarah Kota Lama Semarang - OUTSTADT (Little Netherland)

Rabu, 26 Mei 2010

Kampung Gandekan Semarang


Pengertian kampung kota dalam kamus tata ruang adalah kelompok perumahan yang merupakan bagian kota, mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi, kurang sarana dan prasarana, tidak ada luasan tertentu, jadi dapat lebih besar dari satu kelurahan, mengandung arti perumahan yang dibangun secara tidak formal (mengikuti ketentuan-ketentuan kota yang bersangkutan) kampung kota dihuni sangat padat dan cenderung semakin padat, sehingga kesehatan merupakan masalah utama.
Description: Kampung Gandekan Semarang Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Kampung Gandekan Semarang

Selasa, 25 Mei 2010

Taman Diponegoro Semarang



Taman Diponegoro merupakan taman kota yang berada di Kota Semarang bagian atas, terletak di pertemuan beberapa ruas jalan, yakni Jalan Sultan Agung (d.h. Dr.de Vogel weg), Jalan S. Parman, Jalan Diponegoro, Jalan Kawi, Jalan Argopuro, dan Jalan Telomoyo. Enam ruas jalan tersebut saling berhubungan dan membentuk sabuk lingkar di sekeliling Taman Diponegoro yang memiliki ketinggian kurang lebih 2 meter dari permukaan jalan yang mengitarinya. Di sekitar Taman Diponegoro terdapat beberapa bangunan penting, diantaranya adalah bekas Rumah Dinas Walikota Semarang (sekarang menjadi Rumah Dinas Kasdam Diponegoro), Kaapel, Pertokoan Sultan Agung, serta Puri Wedari.
Description: Taman Diponegoro Semarang Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Taman Diponegoro Semarang