Minggu, 06 Februari 2011

Kaca Sebagai Bahan Lantai


Kaca merupakan bahan yang transparan (tembus cahaya) sehingga kita dapat melihat benda yang berada di balik kaca, tetapi udara dan air tidak dapat menembusnya. Beragam jenis kaca telah tersedia di pasaran, seperti kaca yang 100% transparan, transparan satu sisi, buram, dan bermotif. Bahan ini terbuat dari senyawa cair polimer menyerupai plastic dan ditambahkan bahan kimia, kemudian dipanaskan dan dicetak menjadi lembaran. Lembaran inilah yang disebut dengan kaca.

SPESIFIKASI KACA
· Tipis
· Keras dan kaku
· Bersifat tembus pandang
· Membiaskan atau meneruskan cahaya, tetapi memantulkan sinar
· Tahan air
· Tahan api (dalam suhu tinggi dapat meleleh)
· Tidak baik dalam penggunaan akustik

PENGOLAHAN KACA
Bahan ini sebenarnya sudah sering digunakan sebagai bukaan – bukaan atau lubang – lubang dinding, namun apabila akan diaplikasikan sebagai lantai maka membutuhkan kaca dengan ketebalan minimal 1cm – 2cm dan sebelumnya telah dilapisi oleh lapisan plastic sehingga biasa disebut dengan laminated glass / kaca laminasi. Dalam pemasangannyapun biasanya dibuat dengan 2 buah frame yang dilapisi karet untuk menagantisipasi pemuaian.
Bahan ini dapat dikatakan hemat energy karena dapat membantu kinerja lampu dalam ruangan dan mampu memantulkan sinar dengan baik pada pagi hari. Kaca juga dapat dibuat dari gelas – gelas bekas sehingga kaca ini dapat diadur ulang sehingga menjadi bahan yang ramah lingkungan.

PENERAPAN KACA SEBAGAI BAHAN LANTAI
Kaca yang selam ini kita kenal adalah sebagai bahan bukaan (jendela dan pintu) serta sebagai pengganti dinding bata. Namun, kaca dapat diaplikasikan sebagai lantai dengan teknik pemasangan yang tepat.
Kaca tidak bisa begitu saja dijadikan lantai karena kekuatan kaca dalam menerima gaya yang tegak lurus terhadapnya tidak sekuat lantai konvensional. Pemasangannya harus menggunakan bahan rangka penguat yang dipasang di bawahnya. Jarak antar-rangka penguat juga tidak boleh terlalu jauh karena beban yang jatuh ke kaca akan diteruskan ke rangka penguat tersebut.
Sebaiknya penggunaan lantai kaca tidak dilakukan di semua ruangan dan tidak terlalu luas. Penggunaannya hanya pada beberapa titik yang membutuhkan kelebihan sifat estetis kaca, yakni dapat tembus cahaya. Semisal, pemasangan kaca di bagian tengah ruangan, di bawah kaca diberi lampu sehingga kaca akan berpendar sesuai intensitas cahaya lampu.
Penggunaan lantai kaca juga tidak boleh dilakukan untuk ruangan yang sering menerima beban bergerak (dilewati manusia) karena beban bergerak tersbut sewaktu-waktu dapat melebihi perhitungan kekuatan yang direncanakan. Untuk ruangan dengan beban tetap (perabotan) juga harus dihitung dengan tepat antara jumlah beban dengan kemampuan kaca dalam menahan beban maksimal.
Penggunaan pada dinding juga harus diperhatikan ketebalan kaca dibanding dengan beban yang akan berada di atasnya. Semakin tebal akan semakin kuat, tetapi juga akan menambah beban tersendiri terhadap rangka penguat maupun kaca itu sendiri.

PEMASANGAN LANTAI KACA
1. Sebelum lantai kaca dipasang, sebelumnya perlu dipasang tulangan dari bahan besi terlebih dahulu sebagai rangka penguat (biasa disebut sebagai frame). Biasanya rangka ini membentuk pola grid, yakni kotak-kotak beraturan.
2. Pada tulangan besi diberi karet yang lunak. Lapisan karet ini berfungsi sebagai buffer antara kaca dan tulangan besi yang sama-sama bersifat keras. Lapisan ini juga berfungsi untuk mengantisipasi kaca pecah karena pemuaian (saat memuai, kaca akan menjadi semakin lebar sehingga lapisan karet yang dapat melentur menjadi ruang tambahan bagi kaca).
3. Setelah itu, kaca dengan diameter lebih dari 2 cm dipasangkan pada frame tersebut.

KAJIAN PENERAPAN KACA
Penggunaan kaca sebagai bahan lantai dapat menjadi sangat atraktif dan menarik, yakni dengan pengolahan lampu sorot agar cahayanya dapat terbias oleh lapisan kaca. Seperti gambar di atas, kaca buram akan seperti berpendar karena adanya cahaya lampu di bawahnya. Warna cahaya dapat disesuaikan dengan kondisi ruangan yang ingin didapat.
Beberapa jenis kaca lain yang memiliki kemampuan pemantulan cahaya yang baik dapat dimanfaatkan dalam sebuah ruangan yang membutuhkan banyak cahaya. Lantai kaca ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerjaa lampu dengan cara memantulkan cahaya dari lampu ke ruangan sehingga menjadi lebih terang. Penggunaan energi lampu juga dapat dikurangi karena penerangan ruang telah dibantu oleh adanya pantulan dari kaca.
Selain itu, apabila kaca di aplikasikan sebagai lantai yang berada diatas sebuah kolam air, maka air di dalam kolam akan menyerap panas dari kaca, kemudian dilepaskan ke luar rumah. Kondisi ini dapat mempengaruhi susu di dalam ruangan pada siang hari sehinhha akan terasa sejuk 

KELEBIHAN PENERAPAN KACA PADA LANTAI
· Tahan air dan jamur 
· Lebih estetis karena dapat diolah dengan penambahan sorot cahaya lampu
· Mampu mengurangi konsumsi lampu di malam hari 
· Mampu mengurangi penggunaan pendingin ruangan di siang hari (dengan aplikasi seperti yang dikatakan diatas) 

KEKURANGAN PENERAPAN KACA PADA LANTAI
· Tidak cocok untuk lantai yang menanggung beban besar di atasnya
· Tidak cocok untuk lantai yang sering dilewati sirkulasi beban bergerak

*  *  *  *  *  *  *  *  *

Berdasarkan produk tugas mata kuliah SEMINAR
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Tim Penyusun:

Adiyasa Zidky Siswantoro
Alpraditia Malik
Nugroho Hari Respati
Septia Faril Lukman


Sumber:
http://www.masta-cleaning.com/cms/uploads/pics/760100_03.jpg
http://www.masta-cleaning.com/cms/uploads/pics/760100_04.jpg Description: Kaca Sebagai Bahan Lantai Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Kaca Sebagai Bahan Lantai


.:: Artikel menarik lainnya ::.

9 komentar :

Tulis Komentar Anda di Sini...