Jumat, 26 Agustus 2011

Museum Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta


Museum Gunung Merapi adalah sebuah museum khusus yang berisi pengetahuan tentang gunung api di seluruh dunia secara umum dan Gunung Merapi secara khusus. Di dalamnya terdapat berbagai benda peninggalan erupsi, dokumentasi, peraga berupa miniatur Gunung Merapi, ruang simulasi gempa, dsb. Selain menikmati koleksi yang ada, kita juga disuguhi keindahan bangunan secara visual yang mulai terlihat dari gerbang masuk.

Nama bangunan: Museum Gunungapi Merapi
Alamat: Jalan Kaliurang KM 22, Kabupaten Sleman, Propinsi D.I. Yogyakarta
Pemilik: saat ini dimiliki oleh tiga pihak (Dirjen. Geologi dan Sumber Daya Mineral, Pemprov D.I. Yogyakarta, dan Pemkab Sleman)
Arsitek: Dr. Ir. Bambang Supriyadi, MSA

SEJARAH PEMBANGUNAN
Gunung Merapi adalah salah satu gunung api yang memiliki nilai sosial tersendiri di mata masyarakat sekitar. Terlebih lagi gunung ini juga menjadi sebuah simbol bagi Keraton Yogyakarta. Dikatakan bahwa antara Gunung Merapi, Tugu Yogya Kembali, Keraton Kasepuhan Yogyakarta, dan istana Ratu Kidul berada pada satu garis imajiner yang lurus.
Selain dikeramatkan oleh penduduk sekitar, Merapi termasuk golongan gunung yang paling aktif di dunia, yakni mengalami erupsi setiap 4 tahun sekali. Terakhir mengalami erupsi adalah tahun 2010, dimana dampak letusannya sangat besar dan juru-kunci Gunung Merapi menadi korban erupsi tersebut. Hal ini menjadi daya tarik bagi ilmuwan (peneliti) dan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam tentang Gunung Merapi.
Hal inilah yang mendasari Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral RI untuk membangun sebuah museum yang dapat digunakan untuk kegiatan penelitian dan wisata edukasi. Untuk merealisasikan pembangunannya, dilakukan kerasama dengan Direktorat jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral, Pemprov D.I. Yogyakarta, dan Pemkab Sleman. Sebagai pelaksana pembangunan adalah Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral yang proses perencanaan dan perancangannya berkonsultasi dengan pihak Keraton Yogyakarta.
Pembangunan Musuem Gunung Merapi (MGM) dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2005 dan baru selesai tahun 2009. Peresmian dan pembukaan untuk umum dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2009. Saat itu, pengunjung tidak dikenai tiket masuk, tetapi setelah tanggal 3 januari 2010, pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 3000,- per orang.
Pintu gerbang
LOKASI
Musuem Gunung Merapi (MGM) berada di jalan Kaliurang KM 22, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, Propinsi D.I. Yogyakarta. Lokasinya berada di perbukitan yang dikelilingi ngarai sehingga aman dari aliran lava karena aliran lava akan dibelokkan melalui ngarai yang ada di sekitarnya.
Untuk mencapai lokasi MGM, pengunjung dapat melalui jalan ke arah Kaliurang. Setelah melalui SPBU kedua, di kanan jalan terdapat papan petunjuk arah yang memudahkan pengunjung menuju Museum Gunung Merapi. Jika masih bingung dengan arah, pengunjung dapat bertanya pada penduduk setempat ataupun pada petugas SPBU yang pasti akan dijawab dengan ramah dan jelas.

FASILITAS MUSEUM GUNUNG MERAPI
- RUANG UTAMA
Ruangan ini berada di bagian depan museum, yakni tepat setelah pengunjung masuk ke dalam bangunan museum. Ruangan berupa void hingga lantai dua, dimana bentuk lantai dua adalah lingkaran. Di dalam ruangan terdapat sebuah replika Gunung Merapi dalam ukuran diameter +6 meter.
Simulasi erupsi Gunung Merapi
Replika ini merupakan simulasi letusan Gunung Merapi. Terdapat 4 tombol yang masing-masing bila ditekan akan menghadirkan sebuah interaksi. Tombol paling kiri akan menampilkan narasi mengenai Gunung Merapi, narasi ini menggunakan bahasa Inggris pada awalnya yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Tombol berikutnya bertuliskan tahun erupsi Gunung Merapi. Ketika ditekan akan menampilkan lelehan lava yang menuruni gunung dan suara letusan serta gemuruh. Saat ini hanya tombol "tahun 2002" yang berfungsi, sedangkan tombol "tahun 2006" dan "tahun 2010" belum difungsikan.
Potongan ruang utama
 - RUANG PERAGA
Jika pengunjung mengikuti alur sirkulasi, maka akan diarahkan melalui sisi kanan, di mana ada petunjuk arah perjalanan berupa jejak-kaki. Ruang Peraga terdiri dari beberapa bagian, yakni:
Peraga 1
Di ruangan ini berisi informasi mengenai pengetahuan pembentukan lempeng benua dan pengetahuan gunung api secara umum. Di salah satu panel terdapat peta lokasi gunung api yang berada di seluruh dunia dan seluruh Indonesia.
Arah sirkulasi pengunjung ditunjukkan dengan jejak kaki
Peraga 2
Merupakan awal zona khusus Gunung Merapi. Di bagian ini terdapat replika Gunung Merapi dalam bentuk kecil dan pengetahuan umum mengenai Gunung Merapi.
Peraga khusus Gunung Merapi
Peraga 3
Berisi foto-foto kunjungan presiden ke Gunung Merapi, sketsa penyelamatan diri dari bencana erupsi gunung api, dan beberapa hal berkaitan dengan mitigasi bencana.
Peraga petunjuk mitigasi bencana
Peraga 4
Berisi berbagai peralatan yang digunakan dalam pengamatan Gunung Merapi, seperti seismograf, sensor gempa, kamera, teropong, komputer penganalisa, alat telekomunikasi, dll.
Peraga 5
Berisi  benda-benda peninggalan korban erupsi Gunung Merapi, seperti peralatan masak yang rusak, rangka kendaraan bermotor, dsb. Di area ini juga terdapat lukisan-lukisan mengenai Gunung Merapi.
Peraga di lantai 2
Ruangan ini belum dibuka untuk umum karena jumlah pengawas yang masih terbatas. Dikhawatirkan jika terdapat rombongan akan sulit mengawasi. Padahal di ruang peraga ini banyak terdapat barang yang mudah rusak.
Peraga di lantai 2
Peraga di lantai 2
- RUANG SIMULASI GEMPA
Pengunjung dapat merasakan keadaan saat teradi gempa bumi. Di dalamnya hanya berisi replika pohon dan kondisi pegunungan. Saat ini (Agustus 2011), ruangan simulasi belum bisa digunakan karena kerusakan pada mesin akibat hujan abu saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010.
Ruang simulasi gempa bumi
 - RUANG KONFERENSI
Digunakan untuk kegiatan seminar, konferensi, kunjungan, dan presentasi.
Ruang konferensi
- RUANG DOKUMENTASI
Berisi foto-foto dokumentasi aktivitas dan erupsi gunung api.

- RUANG AUDIO-VISUAL (MINI THEATER)
Pengunjung dapat menonton pemutaran film atau video mengenai Gunung Merapi.

- CAFE - MINI RESTORAN
Cafe di museum ini menyediakan makanan dan minuman ringan bagi pengunjung. Pengunjung dapat menyantap makanan sambil menikmati keindahan Gunung Merapi.

- RUANG PENGAMATAN GUNUNG MERAPI (TIM PENELITI)
Ruangan yang berada di lantai 3 ini khusus digunakan untuk mengamati dan meneliti aktivitas Gunung Merapi. Ruangan ini khusus digunakan oleh tim peneliti dan tidak boleh dimasuki oleh pengunjung.
MGM dengan Gunung Merapi sebagai latar belakangnya

- RUANG PENGAMATAN GUNUNG MERAPI (PENGUNJUNG)
Ruangan ini berada di lantai 4 dimana pengunjung dapat ikut mengamati aktivitas Gunung Merapi menggunakan peralatan yang tersedia, seperti teropong dan media visual lainnya. 

- OPEN THEATER
Berada di belakang museum dan bentuk setengah lingkaran dengan arah hadap ke arah utara. Digunakan untuk mengadakan berbagai pertunjukkan.
Open theater
- FASILITAS LAIN
Mushola (berada di belakang museum), toilet, ruang pengelola, penjualan tiket, dan lapangan parkir yang luas.
Suasana lapangan parkir saat ramai pengunjung
KONSEP PERANCANGAN
Konsep perancangan Museum Gunung Merapi sangat erat dengan filosofi arsitektur daerah Jateng dan D.I.Y. Beberapa arsitektur lokal yang mendasari perancangan MGM adalah sebagai berikut:
- SUMBU
Ada filosofi yang menyebut bahwa antara Gunung Merapi-Istana Keraton Ngayogyakarta-Istana Laut Kidul berada dalam satu garis sumbu imajiner yang lurus. Untuk memperkuat garis sumbu tersebut, maka pembangunan Museum Gunung Merapi berada di lokasi pada garis sumbu tersebut.
Dalam perancangannya, peletakan tiap massa bangunan menggunakan sumbu linear juga yang menampilkan bangunan monumental dan tegas. Orientasi bangunan yang menggunakan sumbu utara-selatan yang merupakan sumbu dari Gunung Merapi-Istana Keraton-Istana Laut Kidul.
Konsep perancangan mengangkat budaya lokal, salah satunya pada sumbu
Bentuk dasar bangunan mengacu pada bentuk dasar Candi dan Gunung
- PRESEDEN
Konsep perancangan MGM menggunakan beberapa studi preseden:
-bentuk dasar bangunan yang berupa segiempat (representasi dari bentuk dasar candi) dan lingkaran (representasi bentuk dasar gunung)
-bentuk dinding yang miring menggambarkan metamorfosis dari gunung
-entrance (pintu masuk) mengangkat bentuk gerbang kompleks Candi Ratu Boko dengan adanya tangga berundak yang tinggi
-terdapat pelataran di depan entrance meniru tipologi pelataran yang ada pada candi
-terdapat menara tinggi yang mengambil bentuk Tugu Yogya
Preseden beberapa bangunan candi
Implementasi beberapa bangunan lokal

KUNJUNGAN WISATAWAN MGM
Tahun
Bulan
Wisnus
Wisman
Jumlah
2010
Januari
3417
25
3442
Februari
2464
38
2502
Maret
2545
26
2571
April
3156
43
3199
Mei
3228
149
3377
Juni
5067
14
5081
Juli
6835
120
6955
Agustus
1917
45
1962
September
5803
129
5932
Oktober
3049
141
3190
November
0
0
0
Desember
3260
0
3260
Total kunjungan tahun 2010
40741
730
41471
2011
Januari
4981
27
5008
Februari
3401
124
3525
Maret
2916
70
2986
April
2643
135
2778
Mei
3727
63
3790
Juni
6433
96
6529
Juli
7083
130
7213

*  *  *  *  *  *  *  *  *

Berikut adalah lokasi Museum Gunung Merapi di Google Maps. Tunggu loading hingga selesai, lalu ubah mode Map menjadi Satelit (Sat) untuk melihat lokasi dengan jelas.

View Larger Map

Disusun oleh:
Septia Faril Lukman (@fariable)
Mahasiswa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
e-mail: unfinished_tales@yahoo.co.id
Sumber: Presentasi Pengelola Museum Gunung Merapi 2011
Dokumentasi: Presentasi Pengelola Museum Gunung Merapi dan dokumentasi pribadi

Thanks to:
Eta Retno Wulandari | lihat profil facebook
Pambayun Kendi Pratolo | lihat profil facebook
Description: Museum Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Museum Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta


.:: Artikel menarik lainnya ::.

29 komentar :

Tulis Komentar Anda di Sini...