Jumat, 03 September 2010

Minas Tirith (Kota Menara Gondor)


Jika sebelumnya Saya telah membahas tentang Kota Petra di Yordania yang merupakan kota di bawah tanah dimana fasad Kota diukir dan dipahat pada batuan cadas, kali ini Saya akan membahas tentang sebuah kota yang juga dipahat pada lereng gunung, tetapi berupa Kota Menara yang menjulang tinggi di angkasa. Kota ini disebut dengan nama Minas Tirith, yang memiliki arti “Menara Penjagaan”. Jika Kota Petra merupakan kota yang benar-benar ada di dunia ini, Minas Tirith hanyalah kota imajinasi ciptaan J.R.R. Tolkien yang berada di wilayah bernama Middle-Earth di dalam kisah The Lord of the Rings.
 Pada awal berdirinya kerajaan Gondor, para Raja menjadikan kota Osgiliath sebagai ibukota kerajaan. Di sebelah timur dan barat kota Osgiliath, didirikan menara pengawas sebagai penjagaan terhadap Ibukota dan daerah di luar kerajaan Gondor. Kedua menara tersebut berdiri di atas pegunungan agar letaknya bisa tinggi sehingga memudahkan pengawasan. Di sebelah timur, sebuah menara berdiri di punggung Pegunungan Bayang-Bayang. Menara tersebut diberi nama Minas Ithil yang memiliki arti Menara Bulan Terbit, karena dari sanalah bulan akan terbit pada malam hari. Sedangkan di sebelah barat kota Osgiliath, sebuah menara berdiri di kaki Gunung Mindolluin, ujung deretan Pegunungan Putih. Menara tersebut diberi nama Minas Anor yang memiliki arti Menara Matahari Terbenam.
Minas Anor mulai dibangun oleh AnĂ¡rion (anak kedua dari Elendil, Maharaja Midle-Earth) pada tahun 3320 Zaman Kedua. Setelah jauh berselang, Ostoher (raja Gondor keturunan AnĂ¡rion) membangun kota ini kembali untuk memperkuatnya pada tahun 420 Zaman Ketiga.
Ketika Sauron telah berkuasa kembali di wilayah Mordor, Minas Ithil dikuasai oleh para orc sehingga menjadi menara pengawas milik musuh. Lalu, orang-orang Gondor menyebutnya Minas Morgul (memiliki arti Menara Sihir) karena penuh dengan sihir jahat dan Orc. Sedangkan Minas Anor diberi nama baru, Minas Tirith, yang berarti Menara Penjagaan.
Saat terjadi bencana berupa wabah penyakit menjangkiti dan membinasakan sebagian besar penduduk Osgiliath, ibukota kerajaan Gondor dipindah ke Minash Tirith (wabah penyakit ini disebarkan oleh sihir Sauron Yang Agung dari Mordor menggunakan media penyebaran berupa angin. Wabah ini sampai di negeri Rohan, tetapi tidak terlalu parah efeknya dibanding di kerajaan Gondor). Tak lama kemudian, Raja Tarondor memutuskan untuk memindahkan kediaman Raja dari Osgiliath menuju Minas Tirith demi keamanan. Hal ini selain karena pengaruh wabah penyakit, juga karena wilayah Mordor dan Minas Morgul telah diperkuat oleh musuh.

Minas Tirith terdiri atas tujuh tingkat yang dipahat di permukaan lereng bukit. Di setiap tingkat (level) dikelilingi dinding tinggi (sebagai pelindung tiap tingkat) yang masing-masing dinding tersebut memiliki sebuah gerbang untuk memasuki tingkat (level) di atasnya. Tapi gerbang-gerbang itu tidak berada dalam satu garis lurus: Gerbang Agung di Tembok Kota (tingkat paling bawah) terletak di sebelah timur, tapi gerbang tingkat berikutnya (level 2) menghadap sedikit ke arah selatan (tenggara), dan yang ketiga setengah-ke-utara (timur laut), begitulah seterusnya arah hadap itu dibolak-balik sampai ke yang paling atas; sehingga untuk mencapai Tingkat paling atas harus melalui jalan yang berkelok ke arah selatan, masuk gerbang, lalu ke arah utara, masuk gerbang, dan seterusnya. Jalanan di dalam kota berlantai batu keras dan sedikit menanjak.

Tujuan adanya dinding pelindung pada tiap-tiap tingkat adalah agar tingkat di atas masih terlindung jika musuh berhasil memasuki tingkat di bawahnya. Sedangkan gerbang dibangun tidak segaris lurus adalah untuk memperlambat pergerakan musuh saat melakukan penetrasi ke dalam kota sehingga butuh waktu lama untuk mencapai Tingkat teratas.

Di tengah-tengah kota terdapat sebuah batu karang besar dan pipih yang menjorok keluar hingga ke lingkaran tingkat dua, sehingga membagi seluruh lingkaran Kota menjadi dua, kecuali tingkat pertama (terbawah). Ujung batu karang tersebut berada di bagian belakang pelataran besar di balik Gerbang Utama, membentuk kubu baluarti yang berdiri tegak menjulang ke atas. Ujungnya tajam bagai lunas kapal menghadap ke timur. Kubu ini sebagian dibentuk secara alami oleh perbukitan, sebagian lagi merupakan kriya hebat dari bangsa Numenor pada Zaman Kedua. Dan setiap kali jalan Kota melewati tempat yang segaris dengan Gerbang Agung, ada sebuah terowongan lengkung, menembus batu karang besar tersebut.

Begitu tinggi kubu ini, hingga mencapai lingkaran paling atas, dan di sana, di puncaknya, terdapat dinding Benteng; dengan begitu, orang-orang di Benteng bisa seperti para pelaut dalam kapal sebesar gunung, memandang dari puncaknya ke bawah, sampai ke Gerbang Utama yang terletak 210 meter di bawahnya. Jalan masuk ke Benteng juga menghadap ke timur, dan dipahat dari inti batu karang; sebuah lereng terjal yang diterangi lampu menanjak naik sampai ke atas, ke Gerbang Ketujuh. Dari Gerbang tersebut, orang bisa mencapai Tahta Agung dan Wahana Air Mancur di depan kaki Menara Putih: tinggi dan indah, lima puluh fathom dari dasar sampai ke puncaknya, di mana panji-panji para Pejabat Istana berkibar 300 meter dari permukaan padang datar di luar Minas Tirith.

Di bagian bawah Mindolluin, terdapat tingkap sempit yang menghubungkan Bukit Penjagaan dan pegunungan. Bahu tingkat tersebut menjulang sampai ke puncak Dinding Kelima, dihalangi dengan kubu-kubu besar sampai ke tebing curam yang menonjol keluar di atas ujung sebelah barat. Di tempat itu bediri rumah-rumah dan kuburan berkubah raja-raja dan bangsawan penguasa Zaman-Raja, yang sudah membisu selamanya di antara pegunungan dan menara.

*  *  *  *  *  *  *  *  *
Disusun oleh:
Septia Faril Lukman
Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
e-mail: unfinished_tales@yahoo.co.id
Description: Minas Tirith (Kota Menara Gondor) Rating: 4.5 Reviewer: Faril ItemReviewed: Minas Tirith (Kota Menara Gondor)


.:: Artikel menarik lainnya ::.

1 komentar :

Tulis Komentar Anda di Sini...